Pasien Cuci Darah RSUD Arga Makmur Keluhkan Pelayanan: “Kami Merasa Dizalimi”

ARGA MAKMUR – Dugaan pelayanan buruk kembali menghantam RSUD Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara. Kali ini, keluhan datang dari sejumlah pasien gagal ginjal yang rutin menjalani prosedur cuci darah (hemodialisis). Mereka mengaku merasa dizalimi akibat ketiadaan alat pendukung transfusi darah saat kondisi medis mendesak, yang dinilai mengancam keselamatan nyawa mereka.

Salah satu pasien mengungkapkan kekecewaannya setelah prosedur cuci darah yang seharusnya berjalan lancar justru terkendala masalah teknis dan ketersediaan alat. “Kami sangat menyayangkan kelalaian ini. Ada Pasien cuci darah yang kondisinya sedang tidak baik, jika alat transfusi tidak siap saat dibutuhkan, risikonya sangat fatal,” ujar perwakilan pasien dengan nada kecewa.

Kondisi ini memicu kekhawatiran massal di kalangan pasien tetap hemodialisis yang menggantungkan hidup pada layanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan para pasien mendesak manajemen RSUD Arga Makmur serta Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara untuk segera melakukan evaluasi total terhadap standar pelayanan minimal, terutama terkait ketersediaan stok darah dan alat kesehatan pendukung di unit vital seperti instalasi hemodialisis.

Tinggalkan Balasan