BENGKULU UTARA AK-News.id – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus peningkatan kapasitas bagi seluruh operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) tingkat desa dan kelurahan. Acara strategis ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.AP, yang dalam beberapa kesempatan diwakili oleh jajaran asisten Setdakab untuk menekankan pentingnya validitas data sosial.“Kamis (23-04-2026)
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Utara, jajaran pimpinan OPD terkait, Camat sekabupaten serta narasumber teknis yang siap membekali para operator dengan kemampuan sistem terbaru agar proses pengusulan data menjadi lebih transparan dan akuntabel.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Utara, yang diikuti oleh Pelatihan operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) di Bengkulu Utara, yang melibatkan 215 operator desa, 5 operator kelurahan, dan 19 operator kecamatan, bertujuan untuk memaksimalkan akurasi, validitas, dan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahte secara real-time.

Dalam sambutannya, Bupati Arie Septia Adinata, S.E., M.AP, menyampaikan bahwa operator SIKS-NG adalah ujung tombak pemerintah dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Beliau menekankan agar seluruh operator bekerja dengan integritas tinggi karena data yang mereka input menjadi acuan utama dalam penyaluran berbagai program bantuan dari kementerian maupun daerah.
“Data yang akurat adalah kunci pengentasan kemiskinan. Saya meminta para operator untuk aktif melakukan verifikasi dan validasi di lapangan agar tidak ada warga yang berhak namun terlewatkan, atau sebaliknya,” tegasnya
Selanjutnya Kolaborasi Dinas Sosial dan Camat dalam membentuk Operator SIKS-NG di tingkat Kecamatan sangat efektif memantau input Data (DTSEN) desa, menjamin pemutakhiran rutin dan ketepatan sasaran bantuan sosial. Pendekatan ini memperkuat pengawasan berjenjang, mempercepat perbaikan data, serta mengintegrasikan data kependudukan (Dukcapil) di lapangan
Dengan adanya Operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) khusus di tingkat kecamatan, Camat bisa langsung memonitor desa mana yang aktif melakukan pemutakhiran data dan mana yang pasif, tanpa harus menunggu laporan bulanan dari kabupaten.
Validasi Lapangan yang Lebih Cepat Jika ditemukan anomali data (misalnya, data ganda atau warga mampu yang masih terdaftar), koordinasi antara Operator Kecamatan dan perangkat desa bisa dilakukan lebih cepat untuk proses Musyawarah Desa (Musdes).
Operator di kecamatan berfungsi sebagai mentor teknis bagi operator desa yang mungkin mengalami kendala dalam mengoperasikan aplikasi, sehingga kendala teknis tidak menghambat input data DTSEN.
Untuk data spesifik seperti DTSEN (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Daerah), pengawasan di tingkat kecamatan memastikan variabel lokal yang menjadi indikator kelayakan benar-benar terisi sesuai kondisi lapangan.,”Tutup,..












