KEPSEK SMAN 2 Bengkulu Utara, Kembali Gelar Mediasi Perdamaian

BENGKULU UTARA Ak-N.id – Upaya mediasi perdamaian yang diinisiasi /Pasilitasi oleh pihak sekolah SMAN 2 Bengkulu Utara terkait kasus dugaan perundungan dan kekerasan antar-siswa pada September 2025 lalu, berakhir tanpa titik temu. Pihak keluarga korban menyatakan tetap bersikukuh untuk melanjutkan perkara ini melalui proses hukum formal.

Pertemuan mediasi yang digelar di lingkungan sekolah tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari keluarga terduga pelaku, keluarga korban, pihak Babinkamtibmas, Ketua Komite beserta pengurus, hingga Kepala Desa asal korban.

Kehadiran sejumlah awak media juga turut mengawal jalannya proses yang semula diharapkan menjadi solusi kekeluargaan ini. Pihak sekolah menginisiasi mediasi ini dengan pertimbangan masa depan pendidikan.

Mengingat, empat (4) orang siswa yang berstatus sebagai terduga terlapor saat ini berada di tingkat akhir dan akan segera menghadapi kelulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, tawaran penyelesaian secara damai tersebut ditolak oleh pihak korban.

Meskipun para terduga terlapor diketahui masih berstatus anak di bawah umur, keluarga korban memilih untuk tetap mengikuti prosedur hukum yang sedang berjalan di kepolisian.

“Hasil pertemuan menunjukkan pihak korban belum bersedia berdamai secara kekeluargaan dan ingin proses hukum tetap ditegakkan,” ujar salah satu pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, kasus Dugaan perundungan tersebut masih dalam penanganan intensif pihak berwajib. Sekolah kini tengah berupaya memastikan suasana belajar mengajar tetap kondusif sembari menunggu perkembangan hukum lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan