Pemprov Bengkulu Buka Tender Pengawasan Rekonstruksi Jalan SP 4 Gunung Selan – Lais Senilai Rp 691 Juta

BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) secara resmi membuka proses lelang untuk paket proyek Pengawasan Rekonstruksi ruas jalan SP 4 Gunung Selan – Lais untuk Tahun Anggaran 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menggenjot konektivitas logistik dan meningkatkan kualitas infrastruktur pedesaan di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.

Berdasarkan data resmi dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE Provinsi Bengkulu), pengadaan ini masuk dalam kategori Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi dengan kode lelang 10137902000. Proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 ini menggunakan sistem aplikasi terbaru SPSE 4.5.Rincian Anggaran dan Metode PengadaanDinas PUTR Provinsi Bengkulu telah menetapkan nilai Pagu Anggaran sebesar Rp 691.934.000. Sementara itu, Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang disepakati untuk paket pengawasan ini berada di angka Rp 511.362.500.

Guna menjaring badan usaha yang kompeten dan akuntabel, metode pengadaan yang diterapkan adalah Seleksi – Prakualifikasi Dua File – Pagu Anggaran. Metode ini menuntut setiap peserta lelang untuk melewati penyaringan administrasi serta kualitas teknis yang ketat sebelum penawaran harga dibuka.Jadwal dan Tahapan SeleksiProses penyerahan dokumen dan seleksi saat ini sedang memasuki fase Pengumuman Prakualifikasi. Rangkaian jadwal lelang telah tersusun secara sistematis agar pengerjaan fisik di lapangan tidak mengalami keterlambatan:

Tanggal Pembuatan: 19 Mei 2026Mulai Pengumuman / Prakualifikasi: 8 Juni 2026

Batas Akhir Tahapan: 28 Juli 2026Badan usaha konstruksi yang berminat diwajibkan memenuhi seluruh persyaratan kualifikasi yang tertera pada situs E-Procurement Inaproc sebelum batas waktu penutupan di akhir Juli mendatang.

Dampak Strategis bagi Bengkulu UtaraJalur SP 4 Gunung Selan menuju Lais merupakan salah satu urat nadi transportasi penting yang menghubungkan sentra produksi pertanian dan perkebunan menuju kawasan pesisir barat Sumatra.

Rekonstruksi jalan ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh kendaraan, menekan biaya logistik bagi petani, serta meminimalkan risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan yang kerap terjadi selama musim penghujan.

Pihak Dinas PUPR menegaskan bahwa pengawasan yang ketat dari pihak ketiga (konsultan pemenang) menjadi kunci utama agar realisasi fisik rekonstruksi jalan tersebut sesuai dengan spesifikasi teknis tinggi, berdaya tahan lama, dan transparan dari segi penggunaan anggaran negara.”Tutup

Tinggalkan Balasan