Dinas Sosial Bengkulu Utara Perkuat Kolaborasi Pelayanan Kesehatan Bermutu di HUT BPJS Kesehatan ke-58

ARGA MAKMUR AK-NEWS – Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Utara menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus ucapan selamat atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang ke-58. Momentum ini dijadikan pijakan penting bagi jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara untuk semakin mempererat sinergi lintas sektoral, khususnya dalam mengoptimalkan peran Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) demi menghadirkan akses jaminan kesehatan yang merata, inklusif, dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Utara, Agus Sudrajat, SKM., MM., menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat merupakan fondasi utama dalam menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tingkat daerah. Menurutnya, peranan Puskesos sebagai garda terdepan di tingkat desa dan kecamatan sangat krusial dalam melakukan verifikasi, validasi, dan pengawalan data warga kurang mampu agar mereka bisa mendapatkan hak jaminan kesehatan dasar tanpa kendala administratif.

“Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Utara mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun BPJS Kesehatan yang ke-58 Tahun. Mari perkuat kolaborasi hadirkan layanan kesehatan yang berkualitas. Dengan gotong royong kita sehat bersama,” ujar Agus Sudrajat dalam pernyataan resminya.

Peringatan hari jadi ini mengusung visi besar yang tertuang dalam komitmen bersama: “Memberkuat Kolaborasi, Mewujudkan Indonesia Sehat”. Semboyan ini sejalan dengan arah kebijakan jaminan sosial nasional yang bertumpu pada asas gotong royong. Melalui keterpaduan antara Dinas Sosial dan BPJS Kesehatan, diharapkan kendala jaminan biaya medis yang sering dihadapi kelompok rentan di pelosok Kabupaten Bengkulu Utara dapat terpangkas secara signifikan.

Optimalisasi Peran Puskesos dan Integrasi Data desil
Sejalan dengan semangat hari jadi BPJS Kesehatan, Dinas Sosial Bengkulu Utara berfokus penuh pada validasi data kemiskinan dan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang ditanggung oleh pemerintah. Fokus utama kerja sama di tingkat daerah adalah pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) berbasis desil 1–5 untuk menekan angka warga miskin yang belum mendapatkan proteksi kesehatan.
“Puskesos di tingkat desa dan kecamatan memegang peranan krusial dalam menjemput bola, memverifikasi status warga, dan mendampingi mereka agar jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah pusat maupun daerah benar-benar aktif,” ujar Agus Sudrajat dalam rilis program kerja jajarannya baru-baru ini.
Melalui momentum peringatan HUT ke-58 ini, diharapkan ikatan kemitraan strategis antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dapat berjalan semakin solid, mempermudah akses rujukan, serta terus mempertahankan predikat tertinggi pelayanan publik yang berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya dorongan kolaboratif ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara optimistis target capaian jaminan kesehatan semesta (Universal Health Coverage/UHC) yang bermutu dan tanpa diskriminasi dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitas layanannya di masa-masa yang akan datang.”tutup.

Tinggalkan Balasan