BENGKULU UTARA AK-NEWS – Sebuah peringatan keras dikeluarkan menyusul maraknya aksi penipuan digital yang menyasar kalangan rekan kerja dan relasi terdekat. Baru-baru ini, ditemukan modus penipuan baru yang memanfaatkan platform pesan singkat WhatsApp dengan mencatut identitas, nama, serta foto profil dari Bapak Madeslianto (Madesmoesa).
Aksi penipuan ini pertama kali teridentifikasi setelah sebuah nomor asing, yaitu +62 821-1243-529, menggunakan nama tampilan “Madeslianto” lengkap dengan foto profil resmi beliau yang mengenakan pakaian formal/dinas. Akun palsu tersebut diketahui mulai menghubungi beberapa kontak secara acak dengan mengirimkan pesan-pesan pembuka seperti “Lagi sibuk?” guna memancing respons dari calon korbannya.
Melalui klarifikasi resmi yang diunggah secara langsung oleh pihak Bapak Madeslianto, beliau menegaskan dengan sangat jelas bahwa nomor tersebut bukanlah milik beliau. Pihak keluarga dan korban pencatutan nama menyatakan tidak akan bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian materi maupun non-materi yang timbul akibat interaksi dengan nomor palsu tersebut.
“PENIPUAN… NOMOR INI BUKAN NOMOR SAYA. Apabila ada yang menghubungi meminta uang dan sebagainya, bukan menjadi tanggung jawab saya,” tulisnya dalam pernyataan tertulis demi mencegah jatuhnya korban.
Modus seperti ini biasanya berujung pada upaya meminta transfer sejumlah uang, meminjam dana darurat, atau meminta data-data pribadi yang bersifat rahasia (seperti kode OTP) dengan memanfaatkan reputasi dan nama baik tokoh yang dicatut.
Sehubungan dengan kejadian ini, seluruh rekan-rekan, mitra kerja, dan kerabat diimbau untuk melakukan langkah-langkah antisipasi berikut:
Jangan Merespons: Jika dihubungi oleh nomor +62 821-1243-529, segera abaikan dan jangan membalas pesan tersebut.
Segera Blokir dan Laporkan: Lakukan tindakan pemblokiran (block) langsung melalui aplikasi WhatsApp Anda dan pilih opsi report (laporkan) agar akun palsu tersebut segera ditindak oleh pihak WhatsApp.
Konfirmasi Ulang: Jika menerima pesan mencurigakan dari nomor lain yang mengaku sebagai beliau atau rekan kerja lainnya, selalu lakukan verifikasi (cek jalur kedua) melalui panggilan telepon langsung ke nomor kontak yang sudah lama Anda simpan secara resmi.
Mari kita tingkatkan kewaspadaan bersama dan saling mengingatkan agar terhindar dari segala jenis kejahatan siber yang merugikan.












